Tampilkan postingan dengan label Palestina. Tampilkan semua postingan

Fakta Permasalahan Palestina - Bag. 2


FAKTA 5
Warisan Umat Islam
Kaum Muslimin meyakini bahwa merekalah ahli waris sesungguhnya atas warisan nabi Daud, nabi Sulaiman serta para nabi dan  salafushaleh lainnya dari kalangan Bani Israel. Mereka yang pernah berkuasa dan memerintah di Palestina beberapa waktu lamanya di nawah panji tauhid.
Maka legalitas kekuasaan itu beralih kepada umat Islam, karena merekalah generasi penerus yang meninggikan panji tauhid dan berjalan di atas metode yang ditinggalkan para nabi. Kaum Muslimin takin bahwan bani israel telah jauh menyimpang dari jalan yang benar. Mereka merubah mendistorsi kitabnya, membunuh para nabinya dan pada akhirnya mereka kembali kepada Allah dengan mendapatkan murkaNya (Q.S Al Baqarah:85).
Maka estafeta peruangan dan "nasab" para nabi in telah gugur dengan berbagai penyimpangan dan pengingkaran mereka terhadap ajaran yang dibawa nabi-nabinya, bahkan sejak yang dibawa itu berada ditengah-tengah meraka.


FAKTA 7
Penduduk Asli Palestina
Bangsa yang pertama kali menghuni wilayah Palestina adalah bangsa Kan'an. Mereka datang dari Jazirah Arab sejak 4500 tahun yang lalu. Sehingga, pada awalnya Palestina disebut Negeri Kan'an. Bangsa Palestina yang ada sekarang ini adalah anak keturunan bangsa Kan'an yang sebagiannya berasal dari keturunan bangsa Timur Laut Tengah atau bangsa Palestina serta kabilah-kabilah Arab yang berasimilasi dengan bangsa Kan'an.
Meski dari waktu Palestina pernah diperintah oleh berbagai penguasa dari bangsa yang berbeda-beda, akan tetapi penduduk asli Palestina tetap berdomisili dan tidak pernah meninggalkan bumi Palestina.
Atas kesadaran sendiri, mayoritas penduduk Palestina akhirnya memeluk Islam. Dan seiring dengan datangnya Islam ke Palestina, mereka pun mulai bersentuhan dan berkomunikasi dengan bahasa Arab. Maka, jadilah Islam sebagai identitas negeri Palestina terlama sepanjajg sejarah. Dimulai sejak ekspansi Islamtahun 15 H/636 M dimasa kekhalifahan Umar bin Khatab hingga saat ini. Meski sejak tahun 1948 sebagian besar penduduknya diusir oleh panjajah Zionis.

(Bersambung Bagian 3)

Referensi :
Memahami Prahara Palestina


Info Intifadhah ke-3 - Update 15 Desember 2015


Fakta Permasalahan Palestina - Bag.1


Ada beberapa fakta yang menjadi permasalahan di Palestina, Dan akan kita bahas secara bertahap dalam tulisan berikut :

FAKTA 1
Strategis Secara Geografis
Palestina adalah nama untuk wilayah bagian barat daya negeri Syam. Terletak di wilayah pesisir Laut Tengah, di Bagian Barat Benua Asia. Palestina dianggap sebagai penghubung benua Asia dan Afrika. dan kedekatannya dengan benua Eropa menjadikan Palestina wilayah yang istimewa.
Palestina memiliki wilayah yang berbatasan dengan darat dan laut. Disebelah Utara berbatasan dengan Libanon, di Timur Laut berbatasan dengan Syiria, Di Timur berbatasan dengan Yordania, dan di Selatan serat Barat Daya berbatasan dengan Mesir. Sementara di bagian Barat dan Barat Laut berbatasan langsung dengan Laut Arab. Luas keseluruhan Palestina (termasuk wilayah yang dicaplok oleh Israel), dalam batas geografi yang dikenal saat ini, yaitu 27.000 KM persegi. Atau hanya 1/5 dari luas pulau jawa secara keseluruhan dan memiliki iklim yang relatif stabil, yaitu Iklim Laut Tengah.

FAKTA 2
Peradaban Tertua Dunia
Palestina termasuk di antara wilayah yang memiliki peradaban tertua di dunia. Berbdasarkan penemuan-penemuan arkeologi modern, bisa dipastikan bahwa Palestina adalah wilayah pertama dimanan manusia mulai hidup secara permanen dan bercocok tanam. itu terjadi sejak 11.000 tahun yang lalu (9000 SM). Disana terdapat kota tertua dalam sejarah, yaitu kota Ariha atau Jericho (dibangun sekitar 8000 tahun sebelum masehi), dan terus dibangun hingga saat ini.

FAKTA 3
Kedudukan Palestina Bagi Umat Islam
Palestina memiliki kedudukan istimewa di lubuk hati setiap muslim. Palestina adalah tanah suci yang diberkahi, sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur'an "Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.(Q.S Al Isra :1)".
Masjid Al Aqsha yang bagi umat Islam memiliki beberapa keistimewaan :
  1. Kiblat pertama umat Islam
  2. Masjid kedua yang dibangun di muka bumi seperti dinyatakan di dalam hadits
  3. Satu dari tiga masjid yang memiliki kedudukan penting dalam Islam
  4. Palestina adalah terminal akhir perjalanan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW dan sekaligus titik awala Mi'rajnya kelangit untuk menerima perintah Shalat 5 waktu, seperti telah disebutkan dalam Q.S Al Isra ayat 1.
  5. Negeri para nabi, dimana banyak nabi-nabi dilahirkan, hidup dan dimakamkan disana, seperti Nabi Ibrahim, Ishak, Sulaiman, Musa, Daud dan lainnya.
  6. Palestina juga adalah negeri tempat dikumpulkan dan dihidupkan kembali semua umat  manusi, dari sejak Nabi Adam hingga generasi akhir zaman. Tempat domisilinya darul Islam. Orang yang teguh untuk teteap tinggal disana karena Allah, bagai seorang pejuang yang berjihad di jalan-Nya.
  7. Pusat berkumpulnya generasi kedua dari kelompok yang ditolong Allah hingga hari Kiamat.



Sampai disini dulu pembahasan mengenai Fakta Permasalahan Palestina Bagian 1 nya, insyaAllah akan ada beberapa bagian lagi. Ditunggu aja ya Update nya. Terimakasih.

Referensi : 
-Memahami Prahara Palestina.

Muslim Dunia Harus Bersatu Akhiri Penodaan Israel di Al-Aqsa


Islamedia.co -  Ulama Indonesia yang menjadi Duta Al-Quds, Yakhsyallah Mansur mengatakan, seluruh Muslim di dunia harus bersatu dalam mengakhiri penodaan dan pelanggaran Israel di Masjid Al-Aqsha, Kota Al-Quds Palestina.

Dia memuji ketabahan dan perlawanan jamaah Muslim Palestina dalam menghadapi setiap pendudukan yang dilakukan Israel di tanah kelahirannya, khususnya di Masjid Al-Aqsha – situs tersuci ketiga bagi umat Islam dunia.

Dia mencontohkan, seorang pria Palestina yang menabrakkan mobilnya ke arah stasiun kereta api super cepat yang penuh sesak di lingkungan Syeikh Jarrah Al-Quds Timur, Rabu siang kemarin dan kemudian menyerang pemukim Israel di sana sebelum ditembak sampai meninggal oleh pasukan pendudukan Israel.

Yakhsyallah menilai, serangan tersebut, sebagai wujud nyata bentuk perlawanan dan penentangan terhadap kebijakan penjajah Israel.

“Serangan itu menunjukkan adanya perlawanan dengan penolakan tegas atas keberadaan penjajah Israel di wilayah Palestina,” tegas Yakhsyallah di Jakarta, Kamis (6/11) seperti dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Serangan mobil tersebut datang tak lama setelah kekerasan meletus di Kota Al-Quds ketika polisi Israel menyerbu Masjid Al-Aqsha dan menembaki jamaah Muslim sebelum mengizinkan pemukim ilegal Yahudi memasuki masjid.

Ketegangan meninggi di Al-Quds Timur sejak pemukim ilegal Yahudi menculik dan membunuh seorang anak Palestina dari Shuafat pada awal Juli lalu, demikian Middle East Monitor melaporkan.

Rabu lalu, pasukan Israel melarang beberapa anggota Palestina dan Arab-Israel terkemuka memasuki Al-Aqsha, termasuk seorang menteri Palestina dan dua anggota parlemen Israel (Knesset).

Situasi di kota Al-Quds menjadi lebih tegang ketika Israel menutup Al-Aqsha, Kamis lalu menyusul penembakan rabi ekstremis Yehuda Glick.

Pemerintah Israel membuka kembali Masjid, Jumat (31/10) setelah bentrokan terjadi dengan pengunjuk rasa Palestina, tapi melarang Muslimin berusia di bawah 50 tahun memasuki Al-Aqsha.

Israel menduduki Al-Quds Timur selama Perang Timur Tengah 1967. Israel kemudian menganeksasi kota suci pada tahun 1980, mengklaim dengan memproklamirkan diri sebagai ibukota negara Yahudi, sebuah tindakan yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

September 2000, kunjungan ke kompleks Masjid Al-Aqsha oleh politisi Israel yang kontroversial Ariel Sharon memicu apa yang kemudian dikenal sebagai “Intifadhah Al-Aqsha,” pemberontakan rakyat melawan pendudukan Israel di mana ribuan warga Palestina tewas dalam aksi itu.

Pembina Aqsa Working Group (AWG) itu juga menyerukan pemerintah negara-negara Islam dapat melaksanakan tanggung jawabnya bersama-sama membela dan melindungi Masjid Al-Aqsha dari serangan pemukim ilegal ekstrimis Yahudi dan upaya penghancuran kiblat pertama umat Islam itu.

Yakhsyallah Mansur juga Ketua Suffah Al-Quran Ibnu Mas’ud menegaskan peran ulama dalam memaksimalkan penyebarluasan informasi pentingnya kedudukan Al-Aqsha, melalui konferensi, khutbah-khutbah, hingga menjadikan kurikulum di setiap tingkat pendidikan bagi generasi mendatang. [gie/im/mina]