Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Liberatioan Team - Part 1. Perjuangan Tak Berhenti Di sini.


Tak banyak yang bisa ditulis oleh jemari ini, kali ini hanya bisa berbagi tulisan dari salah seorang tim saya, yang pada akhirnya harus mengambil keputusan terbaiknya.
Bulan penuh cinta bagi mereka, begitu pula menurutku, meski dalam artian berbeda. Februari bertandang, bersamaan dengan kabar itu. Awalnya, hanya satu tujuanku, membantu kedua orang tua. Lalu, kuputuskan tuk mencari mata pencaharian.
Kurasakan benar keberkahannya. Seseorang pernah mengatakan, sekali melewati pintu itu, kita tak tahu apa yang akan terjadi di hidup kita. Klise. Tapi, itu benar. ‘Bekerja’ di bidang ini ternyata mempertaruhkan banyak hal, risiko yang begitu besar. Banyak yang menghalangi kemenangan Palestina.
Berkah itu mengalir begitu deras, tanpa pernah kukira. Ketika seorang atasan bertanya dalam satu wawancara, satu bulan sesudah ‘permulaan’ itu. Apa yang sudah kau dapatkan selama satu bulan? Kukatakan tanpa ragu, bahwa semua ini layaknya durian runtuh yang dihadiahkan padaku.
Ia lantas bertanya, mengapa seperti itu. Kembali kuulang hari-hari itu. Berkah Palestina langsung kurasakan ketika Allah masukkan aku ke dalam tim yang luar biasa. Mereka, kelompok pembebasan yang dapat saling memahami. Mereka yang satu frekuensi. Tidak hanya itu, Pak bos dan Bos besar yang luar biasa, lingkungan serta teman. Aku bekerja dengan orang-orang yang berdedikasi tinggi terhadap Palestina.
Ketika jiwa ini mulai surut dan kehausan, cinta mereka pada Palestina mengisi kembali energiku untuk Palestina. Bukan sebuah pemandangan asing, ketika air mata menjadi salah satu santapan harian di tim kami. Tapi, air mata itulah yang menjadi saksi, bahwa kami mencintai Palestina dan Al-Aqsha.
Aku menyaksikan semua itu dan dedikasi mereka tak dapat dibohongi. Ucapan anonim itu benar, bahwa kebahagiaan begitu sederhana. Ketika hari kami bisa begitu berbunga karena seorang donatur yang memberikan sumbangan dalam jumlah besar.
Kuingat betul pada hari berkah itu, Jumat. Keberkahan Palestina mengalir deras untuk tim kami. Pagi hari, kami dengar calon pejuang telah lahir ke dunia ini. Lalu, siang hari  donatur berikan donasinya dalam jumlah besar. Puluhan menit berselang, kembali terdengar kabar yang sama. Aku sendiri pun mengalami itu, sore harinya. Ketika impianku menjadi terasa begitu dekat. Itu adalah hari yang tak terlupakan, Jum’at berkah itu.
Meski, akhirnya kuputuskan tuk terus mengembara tanpa mereka. Tahukah alasan kutetap kuat? Karena keyakinan diri ini yang begitu besar, bahwa akhirnya kami akan dipersatukan kembali di JannahNya. Hanya itu dan keputusan tersebut tak membuatku menyesal sama sekali. Seperti yang pak Bos (babeh) bilang, bahwa di mana pun kita berada Palestina tetap di hati. Aku tak akan kehilangan cinta ini, meski tak berada di sana.
Menghitung mundur waktu kepergianku, seringkali seusai bekerja, tiap kali aku pulang paling akhir, kuperhatikan lekat-lekat setiap pernik kecil yang ada di ruang kerjaku. Tahukah, kawan? Bahwa, memandanginya membuatku begitu bahagia. Aku tak sedih. Seperti seorang penulis besar katakan, tak seharusnya diri bersedih akan sesuatu yang berakhir. Karena, setidaknya hal indah itu pernah terjadi di hidup kita.
Terima kasih untuk waktu luar biasa itu. Yakinlah, Allah Swt kan pertemukan kita lagi di surgaNya. Tali persaudaraan akan terus terjalin, meski jarak memisahkan. Jangan lupa, kalian pernah ‘dihantui’ olehku selama tiga bulan itu. Semoga juga, menjadi kenangan berharga untuk kalian.(felian/Jatinangor, 02 Juni 2017) .

Pengemban Dakwah, Penebar Semangat

Menggambarkan Sosok Ustadz Rahmat Abdullah 




Aku rindu zaman ketika kita semua memberikan segalanya untuk dakwah ini. Aku rindu zaman ketika seorang ikhwan benar-benar jalan kaki 2 jam di malam buta sepulang tabligh dajwah di desa sebelah," tulis Ustadz Rahmat Abdullah dalam prosa lirisnya yang berjudul " Aku Rindu dengan Zaman Itu".
Sang Inspirator
Ustadz Rahmat Abdullah lahir di Jakarta pada 03 Juli 1953. Pada usia 11 tahun, beliau harus menapaki hidup tanpa asuhan sang ayah. karena saat itu beliau telah menjadi anak yatim. Sang ayah hanya mewariskan usaha percetakan sablon yang lalu beliau kelola bersama sang kakak dan adik.

Beliau bukan remaja cengeng, Walau harus bekerja keras. beliau tetap bersemangat meraih pendidika yang lebih tinggi. Awalnya, beliau masuk Sekolah Dasar Negeri. Kala itu, Beliau tiap pagi belajar membaca Al- Qur'an, baca tulis Arab, kajian aidah, akhlak dan fikih dengan metode baca kitab berbahasa Arab, menukil terjemah dan syarah dari sang guru. Siang harinya, belajar di Sekolah Dasar.

Setelah diselingni sejumlah pengalaman, Ustad Rahmat Abdullah melanjutkan ke MAdrasah Tsanawiyah(MTs) Asy-Syafi'iyah Jakarta. Di Madrasah ini beliau belajar Ushul fiqh, musthalah hadits, psikologi dan ilmu pendidikan. Kecuali itu, dia tetap belajar ilmu nahwu, sharaf dan balaghah. Tetapi, pelajaran yang paling beliau sukai adalah talaqqi. Biasanya talaqqi ini dilakukan langsung dengan para kyai serta bimbingan langsung dari sang Orator yang selalu memberikan inspirasi bagi Ust. Rahmat muda, yaitu K. H. Abdullah Syafi'i. Ustadz Rahmat mampu mengasah dirinya hingga bisa menjadi murid terbaik sekaligus kesayangan dari K. H. Abdullah Syafi'i.

 Disebuah ketika Ust. Rahmat Abdullah punya peluang studi ke Al Azhar Mesir. Tetapi, karena suatu hla, beliau tidak jadi berangkat. Meski begitu, hal tersebut tak menyurutkan beliau untuk terus belajar.

Sejak berkenalan dengan Syaikh dari Mesir, Beliau mulai senang melahap berbagai pemikiran islam lewar buku semisal karya Hasal Al-Banna, Sayyid Quthb dan Al Maududi. Juga dari tokoh-tokoh nasional seperti HOS Tjokrominoto dan M. Natsir

Dalam perkembangannya. Ustadz Rahmat mulai merintis dakwah dengan mengajar di Ma'had Asy-Syafi'iyah dan Darul Muqorrobin, Karet Kuningan. Ditempat inilah belaai mengabdikan dirinya sebagai pendidik. Keseharian ini dia jalani bertahun-tahun dengan berjalan kaki dari Bali Maraman ke Karet Kuningan. Bahkan, untuk memberikan pelajaran tambahan berupa les pribadi pun dia lakukan dengan berjalan kaki masuk ke loring-lorong jalanan Jakarta hingga larut malam.

Singkat cerita, Pada 1993 bersama murid-muridnya beliau mengembangkan dunia pendidikan dan sosial dengan melahirkan Islamic Centre Iqro' di Pondok Gede Bekasi. Kesibukan beliau pun makin padat. Tetapi, kebiasaanya membaca, mengkaji Al Qur'an dan tafsirnya, Hadits dan syarahnya tetap berjalan. Begitupun kegiatannya mengisi pengajian diberbagai kantor, kampus, seta melayani berbagai macam konsultasi terus berlanjut.

Dengan motor tua beliau masuk kampung keluar kampung dan masuk kampus keluar kampus menabur fikrah Islamiyah yang shahih dan Syamil. Materi yang disampaikan disambut hangat oleh berbagai kalangan. Bakat beliau sangat beragam. Misal, luapan semangat hidup dan dakwahnya juga di tun=angkan lewat berbagai untaian syair serta tulisan yang beliau kirim ke berbagai media. Memang, sebagai penulis Ustadz Rahmat Abdullah aktif menulis buku dan mengisi rubrik dibeberapa majalah Islam.

Salah satu kutipan tulisan beliau : "Dulu,ulama memiliki tempat tersendiri di tengah-tengah masyarakat. Mereka saling menjaga jarak dengan kekuasaan. Namun, dalam urusan jihad, ulama dan penguasa jalan bergandengan. Kita lihat, Ibnu Taymiyah yang tak henti-hentinya mengoreksi penguasa. Namun, ketika penggilan jihad datang, mereka jalan beriringan. Tak ada dendam.Inilah sistem yang terbangun. Ulama memberi fatwa, komando ditangan Sultan. Keduanya menggerakkan perjuangan dengan lembut". 

Kiprah Ustadz Rahmat Abdullah dalan dunia dakwah dan pembinaan umat yang totalitas diakui banyak pihak. Para murid, pengikut, dan sebagian media Islam bahkan menyebutnya sebagai " Syaikhut Tarbiyah" SANG GURU Pendidik. Film bergenre dokumenter juga pernah dibuat untuk mengenang dan menggali Spirit Dakwah Beliau, yaitu berjudul " Sang Murabbi" tahun pada 2008 dan " Rindu Sang Murabbi" tahun pada 2015.

Sederhana dan Indah
Lelaki sederhana yang memiliki Ghirah  besar ini menghadap Allah dalam perjalanan ke RS Islam Jakarta, Cempaka Putih pada 14 Juni 2005, yang sebelumnya terserang stroke  ketika mengambil wudhu untuk shalat maghrib. Pada besoknya ribuan hadir untuk bergantian Shalat Jenazah dan mengantarkan Beliau ke tempat istirahat terakhirnya.
Inilah sebuah bukti pengakuan, hadirnya Beliau di Kerumunan Masyarakat yang memberikan Semangat Islami.
MasyaAllah, Indah Sekali.

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’no:3289).

referensi :

  • dakwatuna
  • bio.or.id
  • jakarta.go.id
  • pksbengkalis.org
  • 50 pendakwah penggugah sejarah

Fakta Permasalahan Palestina - Bag. 2


FAKTA 5
Warisan Umat Islam
Kaum Muslimin meyakini bahwa merekalah ahli waris sesungguhnya atas warisan nabi Daud, nabi Sulaiman serta para nabi dan  salafushaleh lainnya dari kalangan Bani Israel. Mereka yang pernah berkuasa dan memerintah di Palestina beberapa waktu lamanya di nawah panji tauhid.
Maka legalitas kekuasaan itu beralih kepada umat Islam, karena merekalah generasi penerus yang meninggikan panji tauhid dan berjalan di atas metode yang ditinggalkan para nabi. Kaum Muslimin takin bahwan bani israel telah jauh menyimpang dari jalan yang benar. Mereka merubah mendistorsi kitabnya, membunuh para nabinya dan pada akhirnya mereka kembali kepada Allah dengan mendapatkan murkaNya (Q.S Al Baqarah:85).
Maka estafeta peruangan dan "nasab" para nabi in telah gugur dengan berbagai penyimpangan dan pengingkaran mereka terhadap ajaran yang dibawa nabi-nabinya, bahkan sejak yang dibawa itu berada ditengah-tengah meraka.


FAKTA 7
Penduduk Asli Palestina
Bangsa yang pertama kali menghuni wilayah Palestina adalah bangsa Kan'an. Mereka datang dari Jazirah Arab sejak 4500 tahun yang lalu. Sehingga, pada awalnya Palestina disebut Negeri Kan'an. Bangsa Palestina yang ada sekarang ini adalah anak keturunan bangsa Kan'an yang sebagiannya berasal dari keturunan bangsa Timur Laut Tengah atau bangsa Palestina serta kabilah-kabilah Arab yang berasimilasi dengan bangsa Kan'an.
Meski dari waktu Palestina pernah diperintah oleh berbagai penguasa dari bangsa yang berbeda-beda, akan tetapi penduduk asli Palestina tetap berdomisili dan tidak pernah meninggalkan bumi Palestina.
Atas kesadaran sendiri, mayoritas penduduk Palestina akhirnya memeluk Islam. Dan seiring dengan datangnya Islam ke Palestina, mereka pun mulai bersentuhan dan berkomunikasi dengan bahasa Arab. Maka, jadilah Islam sebagai identitas negeri Palestina terlama sepanjajg sejarah. Dimulai sejak ekspansi Islamtahun 15 H/636 M dimasa kekhalifahan Umar bin Khatab hingga saat ini. Meski sejak tahun 1948 sebagian besar penduduknya diusir oleh panjajah Zionis.

(Bersambung Bagian 3)

Referensi :
Memahami Prahara Palestina


Fakta Permasalahan Palestina - Bag.1


Ada beberapa fakta yang menjadi permasalahan di Palestina, Dan akan kita bahas secara bertahap dalam tulisan berikut :

FAKTA 1
Strategis Secara Geografis
Palestina adalah nama untuk wilayah bagian barat daya negeri Syam. Terletak di wilayah pesisir Laut Tengah, di Bagian Barat Benua Asia. Palestina dianggap sebagai penghubung benua Asia dan Afrika. dan kedekatannya dengan benua Eropa menjadikan Palestina wilayah yang istimewa.
Palestina memiliki wilayah yang berbatasan dengan darat dan laut. Disebelah Utara berbatasan dengan Libanon, di Timur Laut berbatasan dengan Syiria, Di Timur berbatasan dengan Yordania, dan di Selatan serat Barat Daya berbatasan dengan Mesir. Sementara di bagian Barat dan Barat Laut berbatasan langsung dengan Laut Arab. Luas keseluruhan Palestina (termasuk wilayah yang dicaplok oleh Israel), dalam batas geografi yang dikenal saat ini, yaitu 27.000 KM persegi. Atau hanya 1/5 dari luas pulau jawa secara keseluruhan dan memiliki iklim yang relatif stabil, yaitu Iklim Laut Tengah.

FAKTA 2
Peradaban Tertua Dunia
Palestina termasuk di antara wilayah yang memiliki peradaban tertua di dunia. Berbdasarkan penemuan-penemuan arkeologi modern, bisa dipastikan bahwa Palestina adalah wilayah pertama dimanan manusia mulai hidup secara permanen dan bercocok tanam. itu terjadi sejak 11.000 tahun yang lalu (9000 SM). Disana terdapat kota tertua dalam sejarah, yaitu kota Ariha atau Jericho (dibangun sekitar 8000 tahun sebelum masehi), dan terus dibangun hingga saat ini.

FAKTA 3
Kedudukan Palestina Bagi Umat Islam
Palestina memiliki kedudukan istimewa di lubuk hati setiap muslim. Palestina adalah tanah suci yang diberkahi, sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur'an "Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.(Q.S Al Isra :1)".
Masjid Al Aqsha yang bagi umat Islam memiliki beberapa keistimewaan :
  1. Kiblat pertama umat Islam
  2. Masjid kedua yang dibangun di muka bumi seperti dinyatakan di dalam hadits
  3. Satu dari tiga masjid yang memiliki kedudukan penting dalam Islam
  4. Palestina adalah terminal akhir perjalanan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW dan sekaligus titik awala Mi'rajnya kelangit untuk menerima perintah Shalat 5 waktu, seperti telah disebutkan dalam Q.S Al Isra ayat 1.
  5. Negeri para nabi, dimana banyak nabi-nabi dilahirkan, hidup dan dimakamkan disana, seperti Nabi Ibrahim, Ishak, Sulaiman, Musa, Daud dan lainnya.
  6. Palestina juga adalah negeri tempat dikumpulkan dan dihidupkan kembali semua umat  manusi, dari sejak Nabi Adam hingga generasi akhir zaman. Tempat domisilinya darul Islam. Orang yang teguh untuk teteap tinggal disana karena Allah, bagai seorang pejuang yang berjihad di jalan-Nya.
  7. Pusat berkumpulnya generasi kedua dari kelompok yang ditolong Allah hingga hari Kiamat.



Sampai disini dulu pembahasan mengenai Fakta Permasalahan Palestina Bagian 1 nya, insyaAllah akan ada beberapa bagian lagi. Ditunggu aja ya Update nya. Terimakasih.

Referensi : 
-Memahami Prahara Palestina.

Aspirasi Masyarakat Cimahi Berbasis Android


Saatnya untuk melenturkan jemari tangan ini dengan menuangkan ide-ide yang berteriak ini.

Cimahi merupakan salah satu kota yang terdapat di Jawa Barat. Sebelum menjadi kota, Cimahi masuk dalam wilayah Kabupaten Bandung Barat. Bertepatan di tahun 2001, Cimahi memisahkan diri untuk menjadikan dirinya kota. Singkat penjelasan, sekarang cimahi menjunjung slogan "CIMAHI CERDAS", yaitu menjadikan Kota Cimahi yang Creatif, Egaliter, Responsif, Dinamis, Agamis.

langsung aja ya bro..basa basinya singkat aja.
Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dan perkembangan penggunaan smartphone semakin tinggi, hadirlah sebuah aplikasi yang dapat di manfaatkan masyarakat untuk memberikan masukan positif kepada Pihak Pemkot Cimahi. Apa itu aplikasinya? aplikasinya di beri nama "ASMA CIMAHI" yang dapat di instal pada perangkat platform Android pada smartphone.
Di buat dengan sederhana dan semudah mungkin untuk digunakan. Penasaran aplikasinya seperti apa? Silahakan kunjungi situsnya di asmacimahi.com . dan download versi androidnya ya...
Semoga bermanfaat, dan masih versi beta ya. Masih ada penambahan fitur.




Tarbiyah Itu Membahagiakan


Bagi mereka yang merasakan indahnya dan berbahagianya menjalani proses tarbiyah, tidak akan melupakan pengalaman yang takkan pernah tergantikan. Di akhirat kelak, suasana tarbiyah yang meneguhkan imannya di tengah berbagai kesibukan urusan dunia, akan menjadi harta benda berharga.
Proses tarbiyah dengan rangkaian liqo dan halaqah meneguhkan iman karena Islam kemudian menjadi bagian dari kehidupannya yang kental. Membaca Al Quran menjadi penyejuk jiwa dan pembentuk pribadi yang kuat menghadapi guncanngan dunia. Mengkaji dan mentadaburi Al Quran menjadi bagian sehari-hari dari kehidupannya.
Al Quran menjadi lingkaran pembentuk pribadinya dalam tarbiyah. Inilah yang kemudian menjadi bekal dalam mengemban amanah Ilahi yang Suci.
Jika belum merasakan nikmatnya tarbiyah maka masukilah sendiri ulangan sejarah Rasulullah ketika melakukan tarbiyah di rumah Darul Arqam. Generasi pertama yang dididik Rasulullah untuk menjadi pengemban Risallah.

Nikmatnya dan bahagianya tarbiyah dari satu minggu ke minggu berikutnya dari satu bulan ke bulan berikutnya merupakan bekal tabungan hari akhir. Mengumpulkan poin demi poin melalui amaliyah yang sejalan dengan Sunnah Rasulullah. Inilah pilar tarbiyah yang menjadi umat semakin kuat dan sadar akan tanggung jawabnya akan penegakan kalimat-kalimat suci dalam diri, keluarga dan umat. 

Tarbiyah Jasadiyah


Saudaraku...
Tarbiyah itu membuat jiwa yang kering menjadi basah, membuat jiwa yang lemah menjadi kuat. tarbiyah yang kami dapatkan bukanlah hanya sekedar transfer pengetahuan, namun juga berikut aplikasi dari ‘ilmu itu. Tarbiyah yang kami jalani adalah tarbiyah yang hidup di tengah-tengah kehidupan kami, bukan hanya saat pertemuan pekanan yang disebut liqo’ namun tarbiyah itu ada pada kami walaupun kami hanya sendirian.

Kader tarbiyah adalah manusia sama seperti Anda..ia juga lupa dan salah, namun tarbiyah telah ajarkan kami bagaimana agar hidup ini dijalani dengan berusaha sekuat tenaga untuk selalu ingat kepada Allah SWT mengikuti sunnah Rasulullah SAW, mencintai ulama dan umaro dan juga kaum mukmin lainnya serta menjaga hubungan baik dengan non muslim.

Ada tiga jenis tarbiyah (pendidikan) yang dilakukan oleh rasulullah SAW dalam membangun generasi pilihan yaitu:
1. Tarbiah Jasadiyah (pendidikan fisik)
2. Tarbiah Aqliyah (penguasaan iptek)
3. Tarbiah Ruhiyah (pendidiikan spiritual dan emosional)

Saudaraku...
Tulisan kali ini mengenai Tarbiyah Jasadiyah (Pendidikan Fisik) yang akan  “memaksa” kita untuk memenuhi hak fisik kita, bisa dengan Riyadha (Olahraga), Mukhayam, Jogging, Arung Jeram, renang atau sejenisnya “Atas fisik kalian ada hak yang harus ditunaikan,” demikian Rasulullah SAW mengingatkan kita dalam sebuah hadits.

Al Qur’an memperhatikan dan menekankan di beberapa ayat akan pentingnya membentuk jasmani yang kuat, sebagaimana firman Allah Subhaanahu Wata’ala, artinya,


“Karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat fisiknya lagi dapat dipercaya.”    (QS. Al Qashash: 26).    

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga telah menekankan urgensi kekuatan bagi seorang mukmin dengan segala maknanya, sebagaimana sabda beliau,

 الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ


“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada Mukmin yang lemah.” (HR. Muslim).

Saudaraku...
Rasulullah SAW memiliki tubuh yang benar-benar atletis. Beliau memulai peperangan pada usia 53 tahun.Dan tentu saja, perang zaman dulu tidak seperti perang zaman sekarang. Ketika itu Rasulullah memakai baju besi hingga 2 lapis dan mengarungi padang pasir sejauh ratusan kilometer.Itu artinya fisik beliau sangat Prima (dikutip dari buku"Potret Ikhwan Sejati")

Dengan fisik yang sehat, bugar dan kuat, banyak kewajiban yang bisa kita tunaikan lebih mudah. Bukankah terlalu banyak ibadah di dalam Islam yang membutuhkan fisik yang sehat? Dalam lima rukun Islam saja, tiga diantaranya membutuhkan fisik yang sehat; shalat, puasa, lebih-lebih haji. Jika dipikir lebih jauh, zakat sebenarnya juga membutuhkan fisik yang sehat, secara tak langsung. Dengan fisik yang sehat seseorang bisa berpenghasilan, dari penghasilan seseorang memiliki harta yang jika mencapai nishab dan haul, barulah ia berkewajiban zakat. Ternyata zakat juga berhubungan dengan fisik yang sehat.
Ibadah ghairu maghdah juga begitu. Hampir selalu membutuhkan fisik yang sehat. Bekerja untuk memberi nafkah keluarga, berdakwah, berharakah, semuanya membutuhkan fisik yang sehat. Bahkan fisik yang bugar dan kuat.(dikutip : "Beruntunglah Kita Tarbiyah")

Saudaraku...
Seperti itulah Dakwah...
Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu. Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yang kau cintai”.

Maka kami akan terus bergerak.. Terus melaju untuk menyebarkan cinta, untuk menyebarkan sebuah kalimat Islam itu rahmatan lil ‘alamin itu saja.

Oleh : Riski Juanda
#LDK IKMI TEDC
Photo (Mukhayam ADK Se-Baraya /22-23 Nov 2014)

Kapan Ucapkan Masya Allah dan Subhanallah?


Ungkapan dzikir atau kalimah thayyibah “Subhanallah” sering tertukar dengan ungkapan “Masya Allah”. Ucapkan “Masya Allah” kalau kita merasa kagum. Ucapkan “Subhanallah” jika melihat keburukan! SELAMA ini kaum Muslim sering “salah kaprah” dalam mengucapkan Subhanallah (Mahasuci Allah), tertukar dengan ungkapan Masya Allah (Itu terjadi atas kehendak Allah). Kalau kita takjub, kagum, atau mendengar hal baik dan melihat hal indah, biasanya kita mengatakan Subhanallah. Padahal, seharusnya kita mengucapkan Masya Allah yang bermakna “hal itu terjadi atas kehendak Allah”. Ungkapan Subhanallah tepatnya digunakan untuk mengungkapkan “ketidaksetujuan atas sesuatu”. Misalnya, begitu mendengar ada keburukan, kejahatan, atau kemaksiatan, kita katakan Subhanallah (Mahasuci Allah dari keburukan demikian). Ucapan Masya Allah. Masya Allah artinya “Allah telah berkehendak akan hal itu”.Ungkapan kekaguman kepada Allah dan ciptaan-Nya yang indah lagi baik. Menyatakan “semua itu terjadi atas kehendak Allah”.
Masya Allah diucapkan bila seseorang melihat hal yang baik dan indah. Ekspresi penghargaan sekaligus pengingat bahwa semua itu bisa terjadi hanya karena kehendak-Nya. “Dan mengapa kamu tidak mengucapkan tatkala kamu memasuki kebunmu “Masya Allah laa quwwata illa billah” (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan?” (QS. Al-Kahfi: 39). Ucapan Subhanallah. Saat mendengar atau melihat hal buruk/jelek, ucapkan Subhanallah sebagai penegasan: “Allah Mahasuci dari keburukan tersebut”. Dari Abu Hurairah, ia berkata: “Suatu hari aku berjunub dan aku melihat Rasulullah Saw berjalan bersama para sahabat, lalu aku menjauhi mereka dan pulang untuk mandi junub. Setelah itu aku datang menemui Rasulullah Saw. Beliau bersabda :‘Wahai Abu Hurairah, mengapakah engkau malah pergi ketika kami muncul?’ Aku menjawab: ‘Wahai Rasulullah , aku kotor (dalam keadaan junub) dan aku tidak nyaman untuk bertemu kalian dalam keadaan junub. Rasulullah Saw bersabda: Subhanallah, sesungguhnya mukmin tidak najis” (HR. Tirmizi). “Sesungguhnya mukmin tidak najis” maksudnyaadalah keadaan junub jangan menjadi halangan untuk bertemu sesama Muslim. Dalam Al-Quran, ungkapan Subhanallah digunakan dalam menyucikan Allah dari hal yang tak pantas (hal buruk), misalnya: “Mahasuci Allah dari mempunyai anak, dari apa yang mereka sifatkan, mereka persekutukan”, juga digunakan untuk mengungkapkan keberlepasan diri dari hal menjijikkan semacam syirik.” (QS. 40-41). Jadi, kesimpulannya, ungkapan Subhanallah dianjurkan setiap kali seseorang melihat sesuatu yang tidak baik, bukan yang baik-baik atau keindahan.Dengan ucapan itu, kita menegaskan bahwa Allah Swt Mahasuci dari semua keburukan tersebut. Masya Allah diucapkan bila seseorang melihat yang indah, indah karena keindahan atas kuasa dan kehendak Allah Ta’ala. Lalu, apakah kita berdosa karena mengucapkan Subhanallah, padahal seharusnya Masya Allah dan sebaliknya? Insya Allah tidak. Allah Maha Mengerti maksud perkataan hamba-Nya. Hanya saja, setelah tahu, mari kita ungkapkan dengan tepat antara Subhanallah dan Masya Allah. Wallahu a’lam bish-shawabi.
Oleh: KH Muhammad Arifin Ilham, Pimpinan Majelis Az-Zikra
Sumber: islampos

Indahnya Dalam Dekapan Ukhuwah


Alangkah syahdu menjadi kepompong, berkarya dalam diam, bertahan dalam kesempitan.Tetapi bia tiba waktu untuk jadi kupu-kupu, tak ada pilihan selain terbang menari, melantun kebaikan diantara bunga, menebar keindahan pada dunia.

Indahnya dalam dekapan ukhuwah, kita mengambil cinta dari langit, lalu menebarkannya di muka bumi. Sungguh indah di surga, menara-menara cahaya menjulang untuk hati yang saling mencitai karenaNya. Mari membangunnya dari sini, dari Dalam Dekapan Ukhuwah. Jadilah ia persaudaraan kita; sebening prasangka, sepeka nurani, sehangat semangat, senikmat berbagi, dan sekokoh janji.




Artinya :
"dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana."

Saudaraku,..
ukhuwah tidak hanya sekedar  karena seringnya berinteraksi, sehingga saling mengenal dan memahami.
ukhuwah tidak hanya ketika seseorang memahami dan membantu dengan hati yang lapang dan ikhlas.
Namun, ukhuwah hadir karena izin Allah, karena pemberianNYA lah, dan merupakan sebuah kenikmatan yang Allah berikan kepada hambaNya yang beriman. Ya, Beriman!. karena ukhuwah merupakan nikmat karena keimanan kita kepada Allah, maka tak heran, kalau ukhuwah dirasakan dan sangat dirasakan ketika keimanan kita sedang dalam kondisi baik.

Saudaraku...
Kita semua, terpenjara dalam kesendirian
hanya saja
ada yang terkurung di ruang gelap tanpa cahaya
sementara yang lain menghuni kamar berjendela
-Kahlil Gibran-

coba kita renungi kembali, ketika ukhuwah semakin menipis, ketika ukhuwah semakin mengering, ketika ukhuwah hanya sebatas pemanis bibir tanpa tindakan, ukhuwah hanya sebatas hrapan dan mimpi, ketika kita semakin tidak nyaman dengan saudara-saudara kita.Hal yang pertama kali di cek adalah keimanan kita,Ya Keimanan kita!.Karena bisa jadi karena keimanan kita yang semakin mengering, Allah mencabut nikmat Ukhuwah Itu.
Ketika keimanan ini mengering, maka tidak ada lagi Prasangka baik (hudznuzhan), Tidak ada lagi tabayyun,yang timbul hanyalah prasangka-prasangka yang mematikan hati. Mungkin itu yang terjadi pada kita semua.Sehingga yang terjadi adalah kecewa dan akhirnya pergi meninggalkan dakwah ini. Apakah itu yang kita inginkan?? Menjadi penyebab saudara kita meninggalkan dakwah ini !?


Untuk mu saudara seimanku, kita belajar dari Imam Asy-Syafi'i unutk merambatkan gelora, untuk mewabahkan kehangatan persaudara.Berilah pegakuan, sampaikan pujian pada mereka yang layak mendapatkannya.Sebab, terkadang, dalam berukhuwah, masih banyak saudara tercinta yang belum mendapatkan perlakuan yang selayaknya dar saudara tercita yang lainnya.

Indahnya berukhuwah kita menghayati pesan Sang Nabi. “Jangan kalian saling membenci”, begitu beliau bersabda seperti dicatat Al Bukhari dalam Shahihnya, “Jangan kalian saling mendengki, dan jangan saling membelakangi karena permusuhan dalam hati.. Tetapi jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara..”

Saudaraku...
Indahnya dalam dekapan ukhuwah,  merasakan semangat yang menggelora, Senyum tawa lebar, dan saling mengingatkan untuk saling nasehat dan menasehati.
Terimakasih saudara seimanku, yang selalu menjadikan seonggok daging ini untuk selalu berada dijalanNYA. dan berharap sampai diri ini di panggil untuk mempertanggung jawabkan semuanya.
Bahagia itu sederhana, berharap bisa dipertemukan di JannahNya.Moga Allah selalu menghadirkan ukhwah yang tulus ke dalam hati-hati kita.

oleh : Riski Juanda
#LDK IKMI TEDC
Referensi :
Dalam Dekapan Ukhwuah : Ustadz. Salim A Fillah

Makna Sebuah Titik dalam Kertas


APA yang pertama kali terpikir dalam benak Anda ketika melihat gambar di atas?
Setiap orang pastinya memiliki cara pandang yang berbeda-beda. Hingga, pendapat yang diutarakan pun akan bervariasi.
Ada yang berpendapat bahwa itu adalah sebuah coretan berupa titik yang berada di selembar kertas kosong. Ada pula yang mengatakan bahwa itu merupakan kesucian yang ternodai. Bahkan ada juga yang mengatakan bahwa itu adalah diri kita yang suci namun menjadi kotor akibat perilaku yang buruk.
Pendapat-pendapat tersebut itu tidak dikatakan salah juga tidak dikatakan benar. Hanya saja, intinya atau makna yang sesungguhnya yang dapat kita simpulkan dari titik yang berada dalam kertas kosong itu ialah merupakan cerminan seorang manusia.
Manusia terlahir secara fitrah, yang berarti suci. Maka, sudah tentu dan pasti semua manusia pada awalnya ialah suci, artinya tidak memiliki kesalahan atau dosa sedikit pun. Hanya saja, seiring berjalannya waktu, manusia pasti akan menemukan kekhilafan yang menimbulkan kesalahan. Dan itulah yang ditandai dengan sebuah titik pada kertas putih.
Hal yang kini melekat pada diri manusia ialah cara pandang mereka terhadap manusia lainnya. Titik itu menjadi fokus utama dalam memandang manusia lainnya. Hingga kebanyakan manusia, ketika melihat kejelekan orang lain, maka ia akan terus memikirkan kejelekannya saja. Padahal, dapat kita lihat dalam gambar tersebut, titik itu hanya sebagian kecil saja dalam sebuah kertas kosong. Masih ada ruang yang masih bersih, bahkan jumlahnya lebih banyak daripada sebuah titik.
Oleh karena itulah, kita harus bisa mengganti cara pandang kita yang hanya terfokus pada sebuah titik dengan melihat ruang lainnya. Artinya, jangan kita memandang orang lain itu dari segi negatifnya saja. Tapi, lihatlah pula sisi positif yang ada pada dirinya.
Penyakit manusia yang paling berat saat ini ialah membicarakan kejelekan orang lain. Seperti layaknya obat-obatan terlarang, membicarakan orang lain juga dapat mengakibatkan kecanduan. Hingga nantinya akan berakibat sangat fatal. Karena, bila apa yang dibicarakan itu benar adanya maka itu termasuk ghibah. Sedangkan, bila yang dibicarakan itu tidak sesuai dengan kenyataan maka itulah fitnah.
Nah, keduanya ini berdampak buruk bagi pelakunya. Baik di dunia, yakni dijauhi oleh orang lain sehingga ia tidak memiliki teman bergaul yang baik selain rekan sejawatnya yang suka membicarakan orang lain pula. Maupun dampak di akhirat, yakni azab yang telah Allah SWT sediakan bagi pelaku yang memakan bangkai saudaranya sendiri. Naudzubillah.
Maka dari itu, ubahlah sikap atau perilaku kita yang tidak baik menjadi lebih baik lagi. Bergaulah dengan orang-orang yang shalih atau shalihah, yang bisa membantu kita untuk menempuh jalan yang diridhai oleh Allah SWT. Lebih baik kita diam daripada berbicara yang merugikan diri sendiri. Dan ingat, jangan memandang orang lain pada titik kesalahannya saja. Tapi lihat pula ruang lain yang mencerminkan sisi positifnya. [rika/islampos/disarikan dari Miftah dan Siswanto, mahasiswa STAI DR. KHEZ Muttaqien Purwakarta]

Kematian adalah Sebuah Misteri


Siapa pun manusia di dunia ini, baik ulama, cendikiawan, dokter, psikolog, para normal atau apapun statusnya tidak akan tahu kapan hari, jam, dan tanggal kematiannya. Karena kematian seseorang merupakan hak prerogative Allah SWT yang tidak pernah diumumkan kepada manusia.
Untuk para hamba yang memiliki pemahaman seperti ini, ia akan selalu siaga untuk menghadapi hari kematiannya dengan berbagai amal yang diridhai Allah SWT. Siaga menghadapi kematian melebihi kesiagaan dalam hal lain. Misalnya saat ini banyak orang melakukan siaga bencana, siaga perang, siaga banjir dan siaga-siaga lainnya tapi luput programnya dari siaga kematian. Padahal kematian adalah sebuah misteri, ia akan merenggut siapa saja di dunia ini dengan tidak mengenal usia. Bukan hanya orang tua, tetapi anak muda, remaja bahkan bayi sekalipun dapat meninggal tanpa diprediksi. Kematian juga tidak mengenal apakah orang itu sakit atau sehat, karena terbukti orang yang sehat, segar dan bugar juga bisa mengalami mati mendadak.
Kematian juga tidak selalu dialami seseorang secara sendirian, karena bila Allah SWT menghendaki kematian bisa dialami oleh sebuah komunitas, atau suatu bangsa di suatu daerah , atau suatu wilayah atau suatu negara dalam jumlah yang sangat menakjubkan. Contoh peristiwa gempa bumi di Padang Sumatera Barat atau Tsunami di Aceh dan yang terakhir di Jepang.
Sebagai seorang muslim kematian yang didambakan adalah mati syahid dalam membela agama Allah SWT, mempertahankan hak seperti yang dilakukan oleh saudara kita yang ada di Palestina saat ini dalam melawan Israel yang mengambil tanah mereka, menguasai masjid Al Aqsa dan berbagai hak hidup mereka. Namun karena kematian sebuah misteri tidak semua mereka yang berjuang mendapat karunia syahadah seperti yang di harapkan.
Ada juga yang mengharapkan kematian setelah melakukan ibadah seperti setelah selesai sholat, setelah berbuka puasa atau setelah selesai melaksanakan ibadah haji, atau ibadah-ibadah lainnya. Banyak harapan mereka yang dikabulkan Allah SWT. Rita seorang aktivis dakwah di kota Tangerang teman saya menceritakan bahwa pada bulan Ramadhan tahun 2009 seorang bapak bernama Ahmad ikut shalat tarawih. Setelah selesai shalat dan sedang berdzikir, ia terjatuh dan kemudian meninggal dunia. Cerita lain tentang seorang ibu yang baru selesai berbuka kemudian terjatuh dan segera dilarikan ke rumah sakit. Tak lama kemudian ia meninggal di rumah sakit.
Ada lagi peristiwa yang sangat memilukan. Seorang ibu yang baru selesai menunaikan ibadah haji meninggal di pesawat GA 981. Ketika ia menaiki tangga, pas di anak tangga yang terakhir dekat pintu ia terjatuh dalam posisi duduk. Kebetulan penulis duduk di dekat pintu sehingga terlihat jelas bagaimana ia terjatuh dan dibantu suaminya untuk duduk. Ia terlihat sangat lemah , sehingga dibaringkan dan di gotong oleh teman-temannya sesama jamaah haji dari Solo. Saat digotong dan lewat di hadapan penulis, penulis berdiri dan sempat memegang kakinya yang terasa sangat dingin. Kemudian pramugari melalui pengeras suara menanyakan siapa penumpang yang dokter. Ia mohon bantuannya untuk menolong pasien yang sedang sakit. Ternyata ada dua dokter laki-laki dan perempuan yang siap menolong, kemudian agak ramai mereka mondar mandir karena posisi duduk ibu Hartati-nama ibu itu- di kelas ekonomi agak rumit untuk mendapat bantuan. Akhirnya kebijakan crew pesawat ibu Hartati dipindahkan ke kelas bisnis untuk memudahkan pengurusannya.
Setelah pesawat take-off beberapa menit dan suasana agak tenang, masing-masing petugas duduk kembali ke kursi masing-masing. Penulis mencoba melihat ibu Hartati di tempatnya, ternyata beliau tidur mendengkur di sebelah suaminya. Tidak lama kemudian terlihat suasana yang agak ribut. Ternyata ibu Hartati sudah meninggal. Ia meninggal dalam posisi duduk. Terpikir oleh penulis tidak mungkin selama 9 jam mayat bisa bertahan duduk di kursi. Akhirnya setelah musyawarah dengan crew pesawat jenazah ibu Hartati diletakkan di belakang barisan kursi bisnis terakhir dengan beralaskan plastik. Hal ini menjadi PR bagi penulis untuk memberi masukan kepada pihak penerbangan. Ketika rapat kerja bulan Mei 2010 dengan pengelola maskapai Garuda di komisi VIII yang membincang masalah biaya penerbangan haji, penulis sampaikan kepada Dirut Garuda pak Emir Sattar bahwa penerbangan harus selalu mempersiapkan KIT untuk jenazah berupa kantong mayat, karena sangat mungkin dalam penerbangan jauh atau dekat ada seseorang yang tiba ajalnya. Saat itu beliau mengaminkan, dan mudah-mudahan sekarang sudah direalisasikan.
Itulah kematian yang merupakan hak penuh Allah SWT, yang tidak bisa di duga oleh siapa pun. Ia adalah لا يستاءخرون ساعة ولايستقدمون  Tidak bisa ditunda sedikit pun atau di percepat. Wallahu a’lam bish shawwab.
Madinah Al-MOleh (Almarhumah) Ustzh. Yoyoh YusrohYoyoh Yusroh
Sumber: www.dakwatuna.com

Hikmah Larangan Bernafas Ketika Minum


Dari Tsumamah bin Abdullah, “Dahulu Anas bin Malik radhiyallahu ta’alaa anhu pernah bernafas di dalam bejana dua kali atau tiga kali, dan dia mengira Nabi sallallahu alaihi wa sallam pernah melakukan hal itu (HR. Bukhari, No. 5631)
Dari Abu Qatadah dan bapaknya, Rasulullah bersabda, “Apabila salah seorang diantara kalian minum, maka janganlah ia bernafas di bejana (gelas), dan jika salah seorang dari kalian kencing maka janganlah ia memegang dzakar (kemaluannya) dengan tangan kanannya, jika membersihkan maka jangan membersihkan dengan tangan kanannya (HR. Bukhari 5630)
Sebagian ulama mengatakan, “Larangan bernafas di dalam bejana ketika minum sama seperti larangan ketika makan dan minum, sebab hal itu bisa menyebabkan keluarnya ludah sehingga bisa mempengaruhi kebersihan air minum tersebut. Dan keadaan ini apabila dia makan dan minum dengan orang lain. Adapun bila ia makan sendirian atau bersama keluarganya atau dengan orang yang tidak terganggu dengan caramu tersebut, maka hal itu tidak mengapa.” Aku ( Imam Ibn Hajar Al-Asqalani) berkata, “Dan yang lebih bagus adalah memberlakukan larangan hadits Nabi tersebut, sebab larangan itu bukan untuk menghormati orang yang layak dihormati ataupun untuk mendapat penghargaan dari orang lain…. Berkata Imam Al-Qurthubi, “Makna larangan itu adalah agar bejana dan air tersebut tidak tercemar dengan air ludah atau pun bau yang tidak sedap”. (Fat-hul Bari, 10/94)
Demikianlah penjelasan para ulama kita. Para pakar kontemporer pun telah berusaha mengorek hikmah atas larangan tersebut. Mereka mengatakan, “Ini adalah petunjuk yang indah yang diajarkan oleh Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wa sallam dalam menyempurnakan akhlaq. Dan apabila makan atau minum kemudian terpercik ludah keluar dari mulut kita, maka hal itu merupakan kekurangnya sopan santun kita, dan sebab munculnya sikap meremehkan, atau penghinaan. Dan Rasulullah adalah adalah penghulunya seluruh orang-orang yang santun dan pemimpinnya seluruh para pendidik.
Bernafas adalah aktivitas menghirup dan mengeluarkan udara; menghirup udara yang bersih lagi penuh dengan oksigen ke dalam paru-paru sehingga tubuh bisa beraktivitas sebagaimana mestinya; dan menghembuskan nafas adalah udara keluar dari paru-paru yang penuh dengan gas karbon dan sedikit oksigen, serta sebagian sisa-sisa tubuh yang beterbangan di dalam tubuh dan keluar melalui kedua paru-paru dalam bentuk gas. Gas-gas ini dalam persentase yang besar ketika angin dihembuskan, padanya terdapat sejumlah penyakit, seperti pada toksin air kencing … Maka udara yang dihembuskan mengandung sisa-sisa tubuh yang berbentuk gas dengan sedikit oksigen. Dari hal ini kita mengetahui hikmah yang agung dari larangan Rasulullah; yaitu agar kita tidak bernafas ketika makan atau minum; akan tetapi yang dibenarkan adalah minum sebentar lalu diputus dengan bernafas di luar bejana, lalu minum kembali.
Rasulullah memberikan wejangan tentang awal yang bagus dalam perintahnya tentang memutus minum dengan bernafas sebentar-sebentar. Sebagimana sudah kita ketahui, bahwa seorang yang minum 1 gelas dalam satu kali minuman akan memaksa dirinya untuk menutup/menahan nafasnya hingga ia selesai minum. Yang demikian karena jalur yang dilalui oleh air dan makanan dan jalan yang dilalui oleh udara akan saling bertabrakan, sehingga tidak mungkin seseorang akan bisa makan atau minum sambil bernafas secara bersama-sama. Sehingga tidak bisa tidak, ia harus memutus salah satu dari keduanya. Dan ketika seseorang menutup/menahan nafasnya dalam waktu lama, maka udara di dalam paru-paru akan terblokir, maka ia akan menekan kedua dinding paru-paru, maka membesar dan berkuranglah kelenturannya setahap demi setahap. Dan gejala ini tidak akan terlihat dalam waktu yang singkat. Akan tetapi apabila seseorang membiasakan diri melakukan ini (minum dengan menghabiskan air dalam satu kali tenggakan) maka ia akan banyak sekali meminum air, seperti unta, dimana paru-parunya selalu terbuka…. Maka paru-paru akan menyempitkan nafasnya manakala ia sedikit minum air, maka kedua bibirnya kelu dan kaku, dan demikian juga dengan kukunya. Kemudian, kedua paru-parunya menekan jantung sehingga mengalami dis-fungsi jantung (gagal jantung), kemudian membalik ke hati, maka hati menjadi membesar (membengkak), kemudian sekujur tubuh akan menggembur. Dan Demikianlah keadaannya, sebab kedua paru-paru yang terbuka merupakan penyakit yang berbahaya, sampai para dokter pun menganggapnya lebih berbahaya daripada kanker tenggorokan.
Dan Nabi Sallallahu alaihi wassallam tidak menginginkan seorangpun dari ummatnya sampai menderita penyakit ini. Oleh karena itu, beliau menasihati ummatnya agar meminum air seteguk demi seteguk (antara dua tegukan dijeda dengan nafas), dan meminum air 1 gelas dengan 3 kali tegukan, sebab hal ini lebih memuaskan rasa dahaga dan lebih menyehatkan tubuh (Lihat Al-Haqa’iq Al-Thabiyyah fii Al-Islam, secara ringkas).
Sumber: Al-Arba’in Al-Ilmiah, Abdul Hamid Mahmud Thahmaaz

Jangan Sampai Dai Kekurangan Ide


Nabi Sulaiman marah besar. Sudah berkali-kali ia menginspeksi pasukannya, tapi burung hud-hud tetap tak kelihatan batang hidungnya. Dalam kemarahannya, Nabi Sulaiman bertekad menghukum burung Hud-hud. “Aku akan menghukumnya dengan keras. Bila perlu aku akan membunuhnya. Kecuali dia datang dengan alasan yang tepat,” demikian kata-kata itu keluar dari mulut Nabi Sulaiman.
Beberapa saat kemudian, burung hud-hud datang. Tanpa diminta ia segera menghadapi Nabi Sulaiman. “Aku datang membawa berita yang belum pernah engkau dengar,” ujar hud-hud. Lalu, ia menceritakan pengalamannya. Burung hud-hud menemukan sebuah negeri yang diperintah oleh seorang ratu. Para penduduk negeri dan pimpinannya itu menyembah matahari.
Karena alasan yang dikemukakan burung itu bisa diterima, Nabi Sulaiman tidak jadi menghukumnya. Namun demikian, ia tidak langsung percaya. Putra Nabi Daud yang dianugerahi kemampuan bisa mengerti bahasa binatang itu segera menyuruh burung hud-hud untuk pergi membawa suratnya dan memberikannya kepada Ratu Balqis.
Kebijakan Nabi Sulaiman membebaskan hud-hud dari jeratan hukumannya tentu sangat bisa diterima. Burung hud-hud bukan hanya datang dengan alasan syar’i, tapi juga tanzhimi(struktural) dan minhaji (konsepsi). Secara syar’i, kepergiannya bukan untuk melakukan perbuatan maksiat. Secara struktural, ia telah menunjukkan sikap kreatif yang belum pernah dilakukan oleh siapa pun sebelumnya. Secara konsepsi, ia telah melakukan pengamatan tentang perilaku Ratu Balqis dan penduduk negeri Saba; yang berseberangan dengan akidah komandannya, Nabi Sulaiman.
Hud-hud bukan hanya prajurit yang cerdas, tapi juga dai yang kreatif. Karena inovasinya ini, beberapa masa kemudian terjadilah peristiwa besar. Ratu Balqis tunduk kepada Nabi Sulaiman dan mengakui kebesaran Allah. Peristiwa besar itu bermula dari hal kecil. Kreatif seekor burung.
Bagi seorang dai, kreativitas dan inovasi burung hud-hud tak hanya menjadi kisah. Tapi teladan, bagaimana seorang dai harus kreatif dan tidak kekurangan ide. Kalau seorang dai sudah kehilangan ide untuk berdakwah, tak hanya berbahaya bagi dirinya, tapi juga dakwah itu sendiri. Banyak hal yang menyebabkan matinya ide seorang dai. Di antaranya:
Lingkungan Sosial. Orang yang hidup di tengah keluarga serba mapan, dan tak pernah tersentuh dengan tantangan, akan mudah putus asa dan mati ide. Sebaliknya, anak-anak yang hidup dalam lingkungan serba susah, harus turut mencari nafkah, dan diajarkan norma-norma Islam, umumnya daya inisiatifnya lebih besar. Karenanya, Rasulullah saw mengajarkan umatnya untuk belajar hidup susah. Nikmat tak selamanya bersama kita.
Para dai yang dibesarkan dalam suasana penuh tantangan, akan terbiasa memecahkan masalah. Kemandiriannya akan lebih cepat terbangun. Ia sadar, orang lain hanyalah membantu, dan bukan tempat bergantung.
Tentu saja kaidah ini tak bisa digeneralkan. Bukan berarti mereka yang hidup bergelimang kemewahan selalu mati ide. Mush’ab bin Umair, salah seorang sahabat terkemuka Rasulullah saw, dulunya hidup berkecukupan. Kemewahan selalu menyertainya. Namun, ketika masuk Islam justru dia termasuk di antara mereka yang mempunyai inisiatif cemerlang. Dengan alasan ini juga ia dikirim Rasulullah saw sebagai duta pertama ke Madinah. Di negeri rantau ini idenya berkembang. Padahal, kondisinya saat itu jauh dari Rasulullah saw.
Seorang dai hendaknya selalu kreatif. Perubahan waktu dan suasana menuntut inovasi dan kreatif terus berkembang. Metode dakwah yang dulu dipakai oleh ulama, mungkin tak sesuai lagi dengan masa sekarang. Seorang dai tak boleh hanya menunggu komando dari atasan, tapi ia harus bergerak dan berkarya sendiri. Tentu saja karya dan kerjanya tidak keluar dari jalur yang sudah ditetapkan.
Lingkungan pekerjaan. Dalam koridor tertentu, jenis pekerjaan berpengaruh terhadap inisiatif seseorang. Inisiatif dan ide seorang supir yang selalu berkutat mengejar setoran, tentu berbeda dibanding seorang penulis yang lebih banyak menghabiskan waktunya di depan komputer. Mahasiswa yang berjibaku menyelesaikan diktat-diktat perkuliahannya, tentu berbeda dengan seorang pengusaha mapan. Betapa banyak orang yang lupa dengan ibadahnya, karena disibukkan oleh pekerjaan. Dengan alasan kesibukan kerja, inisiatif dakwahnya mandeg.
Karenanya, seorang muslim harus benar-benar mengenali jenis pekerjaannya. Dengan demikian, apa pun jenisnya, pekerjaannya bisa dikendalikan. Kreativitas dan ide untuk mengembangkan metode dakwah tidak berkurang. Bukan sebaliknya, dia yang dikendalikan pekerjaan.
 Lingkungan pendidikanApa yang kita pelajari sedikit banyak akan mempengaruhi pembentukan kepribadian. Ilmu-ilmu eksak mempunyai pengaruh daya inisiatif berpikir lebih rasional ketimbang ilmu-ilmu sosial. Sebaliknya, ilmu sosial lebih akomodatif dan toleran terhadap norma-norma sosial. Maksudnya, bukan keberadaan pendidikan yang bisa mematikan daya inisiatif, tapi sejauh mana ilmu tersebut bisa memberikan inisiatif dakwah lebih besar.
Tekanan keadaan. Karena keadaan tak menentu bisa juga menyebabkan seorang dai putus asa dan mati inisiatif. Bukan karena takut, tapi kekhawatiran yang mendalam. Hal ini sungguh berbeda dengan apa yang terjadi pada sahabat Nabi dan salafus shalih. Tekanan bukan membuat mereka mati ide, tapi menambah kreatif dakwah dan inisiatif cerdas.
Ketika pasukan Ahzab bergerak untuk mengepung kaum muslimin di Madinah, dan tak ada jalan bagi mereka untuk menyelamatkan diri selain bertahan dalam kota, Salman al-Farisi memunculkan idenya. Dalam keadaan tertekan, terjepit dan penuh dengan kekhawatiran itu, sahabat ini mengusulkan untuk membentengi Madinah dengan parit. Ide ini menuai hasil. Pasukan Ahzab yang jumlahnya mencapai sepuluh ribu personil gagal melaksanakan ambisinya. Mereka pulang dalam keadaan “kalah”.
Begitu juga dengan Abdurahman bin Auf. Dalam himpitan ekonomi karena tak membawa apa pun dari Madinah, ia berinisiatif untuk menganalisa pasar Madinah. Hal itu ia lakukan sendiri, tanpa menunggu perintah dari Rasulullah saw.
Dalam perang Qadisiyah, pasukan kaum muslimin sempat dibuat kelabakan oleh pasukan gajah. Seumur-umur, mereka belum pernah menghadapi musuh seperti yang ada di depan mereka kala itu. Dalam kebingungan itu, seorang pemuda tak dikenal membuat patung gajah (dalam keadaan normal, tindakan membuat patung ini tidak diperbolehkan). Patung tersebut ia letakkan di kandang kudanya. Dengan demikian, ketika kuda tunggangannya berhadapan dengan pasukan gajah, hewan itu tidak ketakutan lagi karena sudah terbiasa dengan sosok gajahnya.
Inisiatif dan ide cemerlang ini tak mungkin bisa muncul begitu saja. Bak senjata tajam, ia harus diasah dan biasa digunakan. Seorang dai yang menyadari tugas beratnya, harus selalu berusaha mencari inisiatif baru. Apalagi perkembangan objek dakwah dan tantangan kian besar dan beragam. Perjalanan dakwah tak mungkin bisa diarahkan hanya dengan satu cara. Diperlukan beragam ide segar agar laju dakwah tak tersendat.
Namun demikian, inisiatif yang ditelurkan jangan sampai keluar dari rel yang sudah diatur. Kasus yang dilakukan Bani Israel ketika menyiasati larangan Allah untuk menangkap ikan di hari Sabtu, adalah contoh inisiatif keliru. Dan, itu tak boleh terjadi.
oleh : Ustadz Hepi Andi Bastoni

Sumur Zamzam, Mukjizat, Fakta Sejarah dan Khasiatnya


Siapa yang tidak mengenal sumur Zamzam? Seluruh umat Islam pasti mengenalnya, apalagi ketika mereka pernah masuk ke Masjidilharam di Mekah. Bagi yang tidak atau belum pernah masuk ke Masjidilharam, sumur Zamzam dapat dikenal dari buku-buku agama. Secara saintifik, sumur Zamzam dapat ditelaan dan dipelajari. Ilmu yang mempelajari masalah ini dalam cabang ilmu geologi disebut dengan hydrogeologi.
Sedikit cerita sebelum kelahiran Nabi Muhammad, diawali dengan kisah Istri dari Nabi Ibrahim, Siti Hajar, yang mencari air untuk anaknya yang cerita. Sumur ini kemudian tidak banyak atau bahkan tidak ada ceritanya, sehingga sumur ini dikabarkan hilang.
Sumur Zamzam yang sekarang ini kita lihat adalah sumur yang digali oleh Abdul Muthalib kakeknya Nabi Muhammad. Sehingga saat ini, dari “ilmu persumuran” maka sumur Zamzam termasuk kategori sumur gali (Dug Water Well).
Dimensi dan Profil Sumur Zamzam
Bentuk sumur Zamzam dapat dilihat di bawah ini.
Miracle of ZamZam WaterSumur ini memiliki kedalaman sekitar 30.5 meter. Hingga kedalaman 13.5 meter teratas menembus lapisan alluvium Wadi Ibrahim. Lapisan ini merupakan lapisan pasir yang sangat berpori. Lapisan ini berisi batu pasir hasil transportasi dari lain tempat. Mungkin saja dahulu ada lembah yang dialiri sungai yang saat ini sudah kering. Atau dapat pula merupakan dataran rendah hasil runtuhan atau penumpukan hasil pelapukan batuan yang lebih tinggi topografinya.

Mata air zamzam

Di bawah lapisan alluvial Wadi Ibrahim ini terdapat setengah meter (0.5 m) lapisan yang sangat lulus air (permeable). Lapisan yang sangat lulus air inilah yang merupakan tempat utama keluarnya air-air di sumur Zamzam.
Kedalaman 17 meter ke bawah selanjutnya, sumur ini menembus lapisan batuan keras yang berupa batuan beku Diorit. Batuan beku jenis ini (Diorit) memang agak jarang dijumpai di Indonesia atau di Jawa, tetapi sangat banyak dijumpai di Jazirah Arab. Pada bagian atas batuan ini dijumpai rekahan-rekahan yang juga memiliki kandungan air. Dulu ada yang menduga retakan ini menuju laut Merah. Tetapi tidak ada (barangkali saja saya belum menemukan) laporan geologi yang menunjukkan hal itu.
Dari uji pemompaan sumur ini mampu mengalirkan air sebesar 11 – 18.5 liter/detik, hingga permenit dapat mencapai 660 liter/menit atau 40 000 liter per jam. Celah-celah atau rekahan ini salah satu yang mengeluarkan air cukup banyak. Ada celah (rekahan) yang memanjang ke arah hajar Aswad dengan panjang 75 cm dengan ketinggian 30 cm, juga beberapa celah kecil kearah Shaffa dan Marwa.
Keterangan geometris lainnya, celah sumur di bawah tempat thawaf 1.56 m, kedalaman total dari bibir sumur 30 m, kedalaman air dari bibir sumur = 4 m, kedalaman mata air 13 m, Dari mata air sampai dasar sumur 17 m, dan diameter sumur berkisar antara 1.46 hingga 2.66 meter.

Air Hujan Sebagai Sumber Berkah

air hujan zamzamKota Makkah terletak di lembah, menurut SGS (Saudi Geological Survey) luas cekungan yang mensuplai sebagai daerah tangkapan ini seluas 60 Km2 saja, tentunya tidak terlampau luas sebagai sebuah cekungan penadah hujan. Sumber air Sumur Zamzam terutama dari air hujan yang turun di daerah sekitar Makkah.
Sumur ini secara hydrologi hanyalah sumur biasa sehingga sangat memerlukan perawatan. Perawatan sumur ini termasuk menjaga kualitas higienis air dan lingkungan sumur serta menjaga pasokan air supaya mampu memenuhi kebutuhan para jamaah di Makkah. Pembukaan lahan untuk pemukiman di seputar Makkah sangat ditata rapi untuk menghindari berkurangnya kapasitas sumur ini.
zam_wadi-ibrahimGambar di samping ini memperlihatkan lokasi sumur Zamzam yang terletak di tengah lembah yang memanjang. Masjidil haram berada di bagian tengah di antara perbukitan-perbukitan di sekitarnya. Luas area tangkapan yang hanya 60 Km persegi ini tentunya cukup kecil untuk menangkap air hujan yang sangat langka terjadi di Makkah, sehingga memerlukan pengawasan dan pemeliharaan yang sangat khusus.
Sumur Zamzam ini, sekali lagi dalam pandangan (ilmiah) hidrogeologi , hanyalah seperti sumur gali biasa. Tidak terlalu istimewa dibanding sumur-sumur gali lainnya. Namun karena sumur ini bermakna religi, maka perlu dijaga. Banyak yang menaruh harapan pada air sumur ini karena sumur ini dipercaya membawa berkah. Ada yang menyatakan sumur ini juga bisa kering kalau tidak dijaga. Bahkan kalau kita tahu kisahnya sumur ini diketemukan kembali oleh Abdul Muthalib (kakeknya Nabi Muhammad SAW) setelah hilang terkubur 4000 tahun (?).
Dahulu di atas sumur ini terdapat sebuah bangunan dengan luas 8.3 m x 10.7 m = 88.8 m2. Antara tahun 1381-1388 H bangunan ini ditiadakan untuk memperluas tempat thawaf. Sehingga tempat untuk meminum air zamzam dipindahkan ke ruang bawah tanah. Di bawah tanah ini disediakan tempat minum air Zamzam dengan sejumlah 350 kran air (220 kran untuk laki-laki dan 130 kran untuk perempuan), ruang masuk laki perempuan-pun dipisahkan.
Monitoring dan pemeliharaan sumur Zamzam saat ini (inet)
Monitoring dan pemeliharaan sumur Zamzam saat ini (inet)
Sekarang ini ruang bawah tanah tersebut juga sudah ditutup untuk memberikan keluasan bagi jamaah haji dan umrah yang akan thawaf, shalat atau berdoa. Tetapi kalau Anda jeli, ketika Thawaf, kita masih dapat lihat tanda dimana sumur itu berada. Sumur itu terletak kira-kira 20 meter sebelah timur dari Ka’bah.

Monitoring dan Pemeliharaan Sumur Zamzam

Jumlah jamaah ke Makkah tiga puluh tahun lalu hanya 400 000 pertahun (di tahun 1970-an), terus meningkat menjadi lebih dari sejuta jamaah pertahun di tahun 1990-an, Dan saat ini sudah lebih dari 2.2 juta. Tentunya diperlukan pemeliharaan sumur ini yang merupakan salah satu keajaiban dan daya tarik tersendiri bagi jamaah haji.
Pemerintah Saudi tentunya tidak dapat diam pasrah saja membiarkan sumur ini dipelihara oleh Allah melalui proses alamiah. Namun pemerintah Arab Saudi yang sudah modern saat ini secara ilmiah dan saintifik membentuk sebuah badan khusus yang mengurusi sumur Zamzam ini. Sepertinya memang Arab Saudi juga bukan sekadar percaya saja dengan menyerahkan ke Allah sebagai penjaga, namun justru sangat meyakini manusialah yang harus memelihara berkah sumur ini.
zam_pumping_system_of-_zamzPada tahun 1971 dilakukan penelitian (riset) hidrologi oleh seorang ahli hidrologi dari Pakistan bernama Tariq Hussain and Moin Uddin Ahmed. Hal ini dipicu oleh pernyataan seorang doktor di Mesir yang menyatakan air Zamzam tercemar air limbah dan berbahaya untuk dikonsumsi. Tariq Hussain (termasuk saya dari sisi hidrogeologi) juga meragukan spekulasi adanya rekahan panjang yang menghubungkan laut merah dengan Sumur Zamzam, karena Makkah terletak 75 Kilometer dari pinggir pantai. Menyangkut dugaan doktor Mesir ini, tentu saja hasilnya menyangkal pernyataan seorang doktor dari Mesir tersebut, tetapi ada hal yang lebih penting menurut saya yaitu penelitian Tariq Hussain ini justru akhirnya memacu pemerintah Arab Saudi untuk memperhatikan Sumur Zamzam secara modern. Saat ini banyak sekali gedung-gedung baru yang dibangun di sekitar Masjidil Haram, juga banyak sekali terowongan dibangun di sekitar Makkah, sehingga saat ini pembangunannya harus benar-benar dikontrol ketat karena akan mempengaruhi kondisi hidrogeologi setempat.
Badan Riset sumur Zamzam yang berada di bawah SGS (Saudi Geological Survey) bertugas untuk:
  • Memonitor dan memelihara untuk menjaga jangan sampai sumur ini kering.
  • Menjaga urban di sekitar Wadi Ibrahim karena mempengaruhi pengisian air.
  • Mengatur aliran air dari daerah tangkapan air (recharge area).
  • Memelihara pergerakan air tanah dan juga menjaga kualitas melalui bangunan kontrol.
  • Meng-upgrade pompa dan tangki-tangki penadah.
  • Mengoptimasi supplai dan distribusi air Zamzam
Perkembangan Perawatan Sumur Zamzam.
Dahulu kala, zamzam diambil dengan gayung atau timba, namun kemudian dibangunlah pompa air pada tahun 1373 H/1953 M. Pompa ini menyalurkan air dari sumur ke bak penampungan air, dan di antaranya juga ke kran-kran yang ada di sekitar sumur zamzam.
Uji pompa (pumping test) telah dilakukan pada sumur ini, pada pemompaan 8000 liters/detik selama lebih dari 24 jam memperlihatkan permukaan air sumur dari 3.23 meters dibawah permukaan menjadi 12.72 meters dan kemudian hingga 13.39 meters. Setelah itu pemompaan dihentikan permukaan air ini kembali ke 3.9 meters di bawah permukaan sumur hanya dalam waktu 11 menit setelah pompa dihentikan. Sehingga dipercaya dengan mudah bahwa akifer yang mensuplai air ini berasal dari beberapa celah (rekahan) pada perbukitan di sekitar Makkah.
Banyak hal yang sudah dikerjakan pemerintah Saudi untuk memelihara Sumur ini antara lain dengan membentuk badan khusus pada tahun 1415 H (1994). dan saat ini telah membangun saluran untuk menyalurkan air Zamzam ke tangki penampungan yang berkapasitas 15.000 m3, bersambung dengan tangki lain di bagian atas Masjidil Haram guna melayani para pejalan kaki dan musafir. Selain itu air Zamzam juga diangkut ke tempat-tempat lain menggunakan truk tangki di antaranya ke Masjidil Nabawi di Madinah Al-Munawarrah.
Saat ini sumur ini dilengkapi juga dengan pompa listrik yang tertanam di bawah (electric submersible pump). Kita hanya dapat melihat foto-fotonya saja seperti di atas. Di sebelah kanan ini adalah drum hidrograf, alat perekaman-perekaman ketinggian muka air sumur Zamzam (Old style drum hydrograph used for recording levels in the Zamzam Well).
Kandungan Mineral
Tidak seperti air mineral yang umum dijumpai, air Zamzam in memang unik mengandung elemen-elemen alamiah sebesar 2000 mg perliter. Biasanya air mineral alamiah (hard carbonated water) tidak akan lebih dari 260 mg per liter. Elemen-elemen kimiawi yang terkandung dalam air Zamzam dapat dikelompokkan menjadi
Yang pertama, positive ions seperti misal sodium (250 mg per liter), calcium (200 mg per liter), potassium (20 mg per liter), dan magnesium (50 mg per liter).
Kedua, negative ions misalnya sulphur (372 mg per liter), bicarbonates (366 mg per liter), nitrat (273 mg per liter), phosphat (0.25 mg per liter) and ammonia (6 mg per liter).

Molekul Air Zamzam

Molekul Air Zamzam (inet)
Molekul Air Zamzam (inet)
Kandungan-kandungan elemen-elemen kimiawi inilah yang menjadikan rasa dari air Zamzam sangat khas dan dipercaya dapat memberikan khasiat khusus. Air yang sudah siap saji yang bertebaran di sekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Madinah merupakan air yang sudah diproses sehingga sangat aman dan segar diminum, ada yang sudah didinginkan dan ada yang sejuk (hangat). Namun konon prosesnya higienisasi ini tidak menggunakan proses kimiawi untuk menghindari perubahan rasa dan kandungan air ini.
Pada tahun 1971, seorang doktor dari negeri Mesir mengatakan kepada Press Eropa bahwa air Zamzam itu tidak sehat untuk diminum. Asumsinya didasarkan bahwa kota Mekah itu ada di bawah garis permukaan laut. Air Zamzam itu berasal dari air sisa buangan penduduk kota Mekah yang meresap, kemudian mengendap terbawa bersama-sama air hujan dan keluar dari sumur Zamzam. Masya Allah.
Tentu saja ini merupakan prasangka buruk yang merugikan dunia Islam. Berita ini sampai ke telinga Raja Faisal yang amat marah mendengarnya. Beliau lalu memerintahkan Menteri Pertanian dan Sumber Air untuk menyelidiki masalah ini, dan mengirimkan sampel air Zamzam ke Laboratorium-laboratorium di Eropa untuk dites.
Thariq Hussain, insinyur kimia yang bekerja di Instalasi Pemurnian Air Laut untuk diminum, di Kota Jedah, mendapat tugas menyelidikinya. Pada saat memulai tugasnya, Thariq belum punya gambaran, bagaimana sumur Zamzam bisa menyimpan air yang begitu banyak seperti tak ada batasnya.
Hanya Sumur kecil
Ketika sampai di dalam sumur, Thariq amat tercengang ketika menyaksikan bahwa ukuran “kolam” sumur itu hanya 18 x 14 feet saja (Kira-kira 5 x 4 meter). Tak terbayang, bagaimana caranya sumur sekecil ini bisa mengeluarkan jutaan galon air setiap musim hajinya. Dan itu berlangsung sejak ribuan tahun yang lalu, sejak zaman Nabi Ibrahim AS.
Mata Air Zamzam (inet)
Mata Air Zamzam (inet)
Tariq mulai mengukur kedalaman air sumur. Dia minta asistennya masuk ke dalam air. Ternyata air sumur itu hanya mencapai sedikit di atas bahu pembantunya yang tinggi tubuhnya 5 feet 8 inci. Lalu dia menyuruh asistennya untuk memeriksa, apakah mungkin ada cerukan atau saluran pipa di dalamnya. Setelah berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, ternyata tak ditemukan apapun!.
Dia berpikir, mungkin saja air sumur ini disupply dari luar melalui saluran pompa berkekuatan besar. Bila seperti itu kejadian nya, maka dia bisa melihat turun-naiknya permukaan air secara tiba-tiba. Tetapi dugaan ini pun tak terbukti. Tak ditemukan gerakan air yang mencurigakan, juga tak ditemukan ada alat yang bisa mendatangkan air dalam jumlah besar.
Selanjutnya Dia minta asistennya masuk lagi ke dalam sumur. Lalu menyuruh berdiri, dan diam ditempat sambil mengamati sekelilingnya. Perhatikan dengan sangat cermat, dan laporkan apa yang terjadi, sekecil apapun. Setelah melakukan proses ini dengan cermat, asistennya tiba-tiba mengacungkan kedua tanganya sambil berteriak: “Alhamdulillah, Saya temukan dia! Pasir halus menari-nari di bawah telapak kakiku. Dan air itu keluar dari dasar sumur”.
Lalu asistennya diminta berputar mengelilingi sumur ketika tiba saat pemompaan air (untuk dialirkan ke tempat pendistribusian air) berlangsung. Dia merasakan bahwa air yang keluar dari dasar sumur sama besarnya seperti sebelum periode pemompaan. Dan aliran air yang keluar, besarnya sama di setiap titik, di semua area. Ini menyebabkan permukaan sumur itu relatif stabil, tak ada guncangan yang besar.
Seusai pengamatan itu, Thariq mengirimkan sampel air ke beberapa laboratorium di Eropa dan sebagian ke laboratorium di Saudi. Dan sebelum meninggalkan Kakbah, dia berpesan kepada petugas di Mekah untuk menyelidiki keadaan sumur lainnya di sekitar Kakbah.
Sesampainya di kantornya di Kota Jeddah, dia mendapat laporan bahwa sumur-sumur lain di sekitar Mekah dalam keadaan kering. Jadi hanya sumur Zamzam yang penuh air. Subhanallahu, jika Allah menghendaki, apapun bisa terjadi.
Mengandung Zat Anti Kuman
Hasil penelitian sampel air di Eropa dan Saudi Arabia menunjukkan bahwa Zamzam mengandung zat fluorida yang punya daya efektif membunuh kuman, layaknya seperti sudah mengandung obat. Lalu perbedaan air Zamzam dibandingkan dengan air sumur lain di kota Mekah dan Arab sekitarnya adalah dalam hal kuantitas kalsium dan garam magnesium. Kandungan kedua mineral itu sedikit lebih banyak pada air zamzam.
Itu mungkin sebabnya air zamzam membuat efek menyegarkan bagi jamaah yang kelelahan. Tambahan lagi, hasil laboratorium Eropa menunjukkan bahwa zamzam layak untuk diminum, sehat untuk diminum. Ini otomatis menjawab prasangka buruk doktor di awal tulisan tadi.
Keistimewaan lain, komposisi dan rasa kandungan garamnya selalu stabil, selalu sama dari sejak terbentuknya sumur ini. “Rasanya” selalu terjaga, diakui oleh semua jemaah haji dan umrah yang selalu datang tiap tahun. Tak pernah ada yang complain. Dan Air zamzam ini tak pernah dicampur bahan kimia apapun seperti layaknya air PAM kita. Murni air sehat.
Satu kehebatan lagi, sumur air zamzam tak pernah ditumbuhi lumut, padahal di seluruh dunia sumur itu selalu ditumbuhi lumut dan tumbuhan mikro organisme.
Bisa Menyembuhkan Penyakit
Diriwayatkan dalam kitab Shahih Muslim bahwa Nabi bertanya kepada Abu Dzarr, yang telah tinggal selama 30 hari siang malam di sekitar Kakbah tanpa makan-minum, selain Zamzam. “Siapa yang telah memberimu makan?” Jawab Abu Dzarr, “Saya tidak punya apa-apa kecuali air Zamzam ini, tapi saya bisa gemuk dengan adanya gumpalan lemak di perutku” Abu Dzarr menjelaskan, “Saya juga tidak merasa lelah atau lemah karena lapar, dan tak menjadi kurus”. Tambah Abu Dzarr. Lalu Nabi saw menjelaskan: ”Sesungguhnya, Zamzam ini air yang sangat diberkahi, ia adalah makanan yang mengandung gizi”.
molekul zamzamNabi saw menambahkan: “Air zamzam bermanfaat untuk apa saja yang diniatkan ketika meminumnya. Jika engkau minum dengan maksud agar sembuh dari penyakitmu, maka Allah menyembuhkannya. Jika engkau minum dengan maksud supaya merasa kenyang, maka Allah mengenyangkan engkau. Jika engkau meminumnya agar hilang rasa hausmu, maka Allah akan menghilangkan dahagamu itu. Ia adalah air tekanan tumit Jibril, minuman dari Allah untuk Ismail”. (HR Daruqutni, Ahmad, Ibnu Majah, dari Ibnu Abbas).
Rasulullah saw pernah mengambil air zamzam dalam sebuah kendi dan tempat air dari kulit, kemudian membawanya kembali ke Madinah. Air zamzam itu digunakan Rasulullah saw untuk memerciki orang sakit dan kemudian disuruh meminumnya. Itu sebabnya saat ini banyak jamaah yang membawa air zamzam untuk diberikan kepada famili dan kerabatnya di Tanah air.
Yusria Abdel-Rahman Haraz dari negeri Arab, mengatakan bahwa ia terserang penyakit “bisul” di matanya. Sakitnya bukan main, tak bisa disembuhkan dengan obat. Dia hampir mendekati buta. Seorang dokter terkenal menasehati dia untuk diinjeksi dengan obat khusus, yang mungkin bisa menyembuhkan sakitnya. Tapi ternyata ada efek sampingan yang bisa membuat dia buta selamanya.
Yusria sangat yakin akan kemurahan Allah. Dia lalu pergi melaksanakan umrah dan memohon kepada Allah menyembuhkan penyakitnya. Di Baitullah dia melakukan thawaf, yang saat itu tak terlalu padat dengan manusia. Dia lalu bisa tinggal lebih lama di lokasi air zamzam. Dia manfaatkan untuk terus membasuh kedua matanya yang sakit. Ketika dia kembali ke hotel, aneh, kedua matanya yang sakit menjadi sembuh, dan bisulnya berangsur hilang.
Kejadian ini membuktikan ucapan Rasulullah saw di atas: Air zamzam bermanfaat untuk apa saja yang diniatkan ketika meminumnya. Jika engkau minum dengan maksud agar sembuh dari penyakitmu, maka Allah menyembuhkannya.
Demikianlah beberapa khasiat air Zamzam. Manfaatkanlah sebaik-baiknya keistimewaan Zamzam ini ketika kita meminumnya di Mekah waktu ziarah nanti, atau ketika kita dihadiahi kerabat, teman kita, yang baru pulang dari Tanah Suci. Dianjurkan membaca doa dulu sebelum meminumnya.
Dr. Masaru Emoto dan Air Zamzam
Dr. Masaru Emoto menguraikan bahwa air bersifat bisa merekam pesan, seperti pita magnetik atau compact disk. Semakin kuat konsentrasi pemberi pesan, semakin dalam pesan tercetak di air. Air bisa mentransfer pesan tadi melalui molekul air yang lain.
Dr. Masaru Emoto (inet)
Dr. Masaru Emoto (inet)
Barangkali temuan ini bisa menjelaskan, kenapa air putih yang didoakan bisa menyembuhkan si sakit. Dulu ini kita anggap musyrik, atau paling sedikit kita anggap sekadar sugesti, tetapi ternyata molekul air itu menangkap pesan doa kesembuhan, menyimpannya, lalu vibrasinya merambat kepada molekul air lain yang ada di tubuh si sakit.
Tubuh manusia memang 75% terdiri atas air. Otak 74,5% air. Darah 82% air. Tulang yang keras pun mengandung 22% air. Air putih galon di rumah, bisa setiap hari didoakan dengan khusyu kepada Allah, agar anak yang meminumnya saleh, sehat, dan cerdas, dan agar suami yang meminum tetap setia. Air tadi akan berproses di tubuh meneruskan pesan kepada air di otak dan pembuluh darah. Dengan izin Allah, pesan tadi akan dilaksanakan tubuh tanpa kita sadari. Bila air minum di suatu kota didoakan dengan serius untuk kesalehan, insya Allah semua penduduk yang meminumnya akan menjadi baik dan tidak beringas!..
Molekul Air Apakah Ini?
Di sebuah hotel di kota Kualalumpur, Malaysia, Dr. Masaru Emoto dari Universitas Yokohama, Jepang, memaparkan hasil risetnya mengenai air yang ditulisnya dalam buku “The True Power of Water.” Sejumlah slide kristal molekul air dari berbagai sumber, seperti air dari mata air, sungai, laut, telaga dsb. ditayangkan pada kesempatan itu.
mlk zamzamBeberapa molekul air yang ditelitinya berbentuk tak teratur, kecuali molekul air zamzam. Susunan molekul air zamzam berstruktur sangat indah, teratur, cantik bak berlian yang berkilauan, dan memancarkan lebih dari 12 warna jika dibekukan.
Di bawah ini adalah gambar molekul atau kristal AIR ZAM-ZAM, rangkaian bentuk heksagonal-nya sangat indah, cemerlang berkilau dan penuh warna ketika dibacakan ayat yang mulia.
Ada satu kristal air yang nampak paling indah dan cantik, berbentuk seperti bunga atau cakra, bagaikan bertahta berlian mutu manikam, berkilau-kilau memancarkan belasan warna. “Molekul air apakah ini?” Tanya Masaru Emoto.
Suasana mendadak senyap, hadirin nampak terpana dan tak tahu persis kristal molekul apa gerangan. Namun tiba-tiba seorang dosen dari Universitas Malaysia mengacungkkan tangan, “mungkin itu adalah molekul air Zamzam.” Katanya.
Dr. Masaru Emoto balik bertanya, “mengapa Anda berpendapat bahwa itu adalah molekul air Zamzam?”
Kata dosen itu, “Sebab air Zamzam adalah air yang paling mulia di dunia ini, jadi wajar kalau ia memiliki molekul berupa berlian yang berpendar indah.”
Ternyata dugaan dosen itu benar. Itu memang air Zamzam. Penelitian Dr. Masaru Emoto telah menunjukkan bahwa air Zamzam memiliki molekul air paling cantik dan indah di antara air lainnya.
Dr. Masaru Emoto ilmuan Jepang sejak 1994 kesimpulan risetnya:
  1. Air zamzam memiliki kemampuan penyembuhan yang luar biasa, atas izin Allah.
  2. Air zamzam memiliki struktur molekul air yang unik bila dibandingkan air-air seluruh dunia. Air zamzam dalam bentuk kristal menghasilkan struktur indah heksagonal (segi enam) yang cantik, indah, bak kilau berlian yang memancarkan lebih dari 12 warna.
  3. Kristal air zamzam bila diiringi hal-hal positif (doa dan bacaan al Qur’an). Tapi kristal akan pecah tak beraturan, bila diiringi hal-hal yang bersifat negative.
  4. Sifat kualitas positif molekul kristal karena pengaruh lingkungan (haji, umrah, munajat doa, dan bacaan Al-Quran) di sekitar Ka’bah tiap hari sepanjang masa.
Laboratorium Eropa oleh Tariq Hussain, insinyur kimia, Peneliti Instalasi Pemurnian Air Laut untuk diminum, Jedah, menyimpulkan:
  1. Air zamzam melalui proses penyaringan alamiah yang sangat unik, yakni melalui bebatuan dan gurun pasir yang berlapis-lapis
  2. Kandungan mineral dan elemen lainnya dengan jumlah fantastis, sekitar 2.000 miligram per liter, biasanya air mineral alamiah (hard carbonated water) tidak akan lebih dari 260 mg per liter. Di antaranya, sodium (250), kalsium (200), potassium (20), magnesium (50) sulfur (372), bicarbonate (366), nitrat (273), fosfat (0,25), clan ammonia (6).
  3. Kadar Kalsium dan garam Magnesiumnya lebih tinggi dibanding sumur lainnya, berkhasiat untuk menghilangkan rasa haus dan efek penyembuhan.
  4. Kandungan zat fluorida yang berkhasiat memusnahkan kuman-kuman tubuh manusia.
  5. Air Zamzam selalu bebas dari kontaminasi kuman, karena lingkungan sumur terjaga alami
  6. Saat musim kemarau semua sumur di sekitar Mekah kering, tapi sumur zamzam tetap berair, sepanjang zaman dan musim. Faktanya rata-rata 50 juta liter air Zam-\zam di ambil untuk jamaah haji sedunia, tidak termasuk umrah di luar bulan haji.
  7. Sumber mata air sumur zamzam secara alami mengalir, tanpa bantuan mesin/sedot pensuplai air. Saat dilakukan pencarian sumber mata airnya, peneliti berkata “Alhamdulillah, Saya temukan dia! Pasir halus menari-nari di bawah telapak kakiku. Dan air itu keluar dari dasar sumur”.
  8. Sumur air zamzam tak pernah ditumbuhi lumut maupun mikroorganisme, beda dengan sumur umumnya di seluruh dunia, sehingga ke-steril-an air zamzam tetap terjaga.
  9. Permukaan air yang keluar dari dasar sumur sama besarnya sebelum pemompaan/pengambilan air. Dan aliran air yang keluar, besarnya sama di setiap titik, di semua area. Ini menyebabkan permukaan sumur itu relatif stabil.
  10. Komposisi dan rasa kandungan garamnya selalu stabil, selalu sama dari sejak terbentuknya sumur ini. “Rasanya” selalu terjaga, diakui oleh semua jemaah haji dan umrah yang selalu datang tiap tahun. Tak pernah ada yang complain.
  11. Air zamzam ini tak pernah dicampur bahan kimia apapun
  12. Dalam bukunya The True Power of Water yang laku keras di Jepang dan Amerika tersurat bagaimana air zamzam memiliki kekuatan penyembuhan yang luar biasa.
Terakhir
  • Penelitian oleh sarjana anti Islam, yang bertujuan merendahkan martabat air zamzam, selalu gagal.
  • Sampel riset tersebut dari kalangan Islam maupun non Islam, hasilnya sama, sebuah mukjizat
  • Hasil foto satelit/NASA menyimpulkan sumur zamzam ternyata terhubungkan dengan Laut Merah atau Laut Mati yang bersatu menuju satu titik di bawah Kakbah
  • Sumur air zamzam adalah sumur abadi yang telah berumur lebih dari 4.000 tahun peninggalan nabi Ibrahim.
  • Penelitian di atas sesuai dengan isi Al-Quran, Hadits maupun pengalaman:
“Sebaik-baik air di permukaan bumi adalah air zamzam. Padanya ada makanan yang menyegarkan dan penawar bagi segala penyakit”. (Hadits)
“Air Zamzam, tergantung niat orang yang meminumnya.” (Hadits Shahih kitab Irwa-ul Ghalil).
“Air Zamzam sesuai dengan niat ketika meminumnya. Bila engkau meminumnya untuk obat, semoga Allah menyembuhkanmu. Bila engkau meminumnya untuk menghilangkan dahaga, semoga Allah menghilangkannya…” (Hadits hasan li ghairihi. Kitab Shahih Targhib wa Tarhib)
“Selama 30 hari, aku (Abu Dzar Al-Ghifari) tidak mempunyai makanan kecuali air Zamzam. Aku menjadi gemuk dan lemak perutku menjadi sirna. Aku tidak mendapatkan dalam hatiku kelemahan lapar.” (HR Muslim)
“Sesungguhnya demam adalah dari panas Neraka Jahanam, maka dinginkanlah/kompres dengan air atau air Zamzam” (HR Bukhari)
Demikianlah ulasan tentang sumur Zamzam, semoga bermanfaat. (USB/MINA/MAS)

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/05/26/33850/sumur-zamzam-mukjizat-fakta-sejarah-dan-khasiatnya/#axzz2heOntRzq